Jumat, 08 Juni 2012

Resep Rainbow Cake




Bahan:
100 gram tepung terigu
75 gram gula pasir
10 gram susu bubuk
100 gram mentega, dilelehkan
5 putih telur
3 kuning telur
1/4 sdt garam
1 sdt emulsifier/TBM
Pewarna makanan merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu secukupnya
Topping/Olesan Kue:
Butter cream warna putih atau whip cream
Meises warna warni, permen cokelat warna-warni, atau butiran hundreds and thousand untuk taburan, sesuai selera Anda.
Cara Membuat:
  1. Kocok telur, gula pasir, garam dan emulsifier sampai mengembang, matikan mixer.
  2. Masukkan sedikit demi sedikit tepung terigu dan susu bubuk yang telah diayak, aduk rata.
  3. Tambahkan mentega cair sedikit demi sedikit, aduk rata.
  4. Bagi adonan menjadi enam bagian dalam wadah terpisah, masih-masing beri pewarna makanan yang berbeda.
  5. Tuang satu adonan dalam loyang bundar dengan diameter 22 cm. Olesi loyang dengan mentega tipis.
  6. Panggang selama 25 menit dengan suhu 180 derajat celsius atau sampai matang.
  7. Lakukan hal yang sama pada adonan lain hingga enam cake matang.
  8. Susun cake dengan warna ungu pada bagian bawah, oles dengan butter cream atau whip cream, lalu tumpuk dengan cake warna biru. Lakukan hal yang sama dengan urutan ungu, biru, hijau, kuning, jingga dan merah.
  9. Tutup semua bagian luar kue dengan dengan butter cream atau whip cream.
  10. Taburi dengan meises warna warni, permen cokelat warna-warni atau butiran hundreds and thousand untuk taburan, sesuai selera Anda.
  11. Rainbow cake siap dihidangkan, akan terlihat cantik saat Anda memotongnya.

Sabtu, 05 Mei 2012

Tuntaskan Kewajiban Lalu Pasrahkan


Andi Arsyl Rahman Putra

Seorang muslim, sudah sejatinya memaksimalkan kewajiban, baik dengan Allah maupun dengan dirinya sendiri. Terlepas hasil yang  diterima tidak semua bermuara pada diri kita, bisa jadi ada rencana terbaik yang Allah persiapkan.
Andi Arsyil Rahman Putra, akrab disapa Arsyil, memerankan dengan baik tokoh Furqon dalam film yang diangkat dari novel karya Habiburrahman El-Shirazy, Ketika Cinta Bertasbih. Menjadi seorang entertainer ternyata bukanlah tujuan utama pria kelahiran Makassar, 15 September 1987 ini.

Bermain di sebuah film layar lebar ber-genre religius (islami), menjadikan pengalaman berharga yang tidak akan dilupakannya. Baginya, ada pesan yang tersirat dalam Islam yang sesungguhnya jika dapat dipahami lebbih lanjut akan memberikan nilai tambah untuk pengikut setianya.
“Islam itu agama rahmatan lil a’lamin. Ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadist sangat cukup untuk menjawab kebutuhan yang kita inginkan. Tapi sayang, terkadang kita jauh dari kitab suci,” kata Arsyil yang juga penulis buku Life is Miracle.

Menurut Arsyil, Islam yang sejatinya membimbing pengikutnya secara universal agar selamat di dunia dan di akhirat, menjadi aturan hidup yang sesungguhnya bisa umat manusia upayakan agar pesan-pesan yang terdapat di dalamnya bisa dipetik setiap saat. Jika Islam menjadi wadahnya, maka Al-Qur’an sebagai penuntunnya dan Muhammad SAW adalah sebagai teladannya umat manusia.

“Patokan kita back to basic, yakni kembali ke Al-Qur’an dan Hadist,” kata Arsyil yang juga seorang motivator ini.
“Saya bangga beragama Islam. Karena itu yang menjadikan saya dekat dengan Allah. Sejatinya Allah itu ada dan dekat, tinggal bagaimana kita mendekatkan diri dengan Sang Pemilik langit dan bumi,” tutur anak kelima dari tujuh bersaudara, putra pasangan Prof Dr Ir H Andi Rahman Mappangaja dan Ir Yusnidar Yusuf ini.
Selalu Berprasangka Baik
Bagi Arsyil, semua yang terjadi di bumi ini tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Karena semuanya telah direncanakan oleh Allah SWT, bahkan semut pun sudah diatur rezekinya.

“Bahkan saat kita di alam rahim, segala ketentuan seperti rezeki dan jodoh sudah diatur. Tantangannya, siapkah kita untuk menggapai rezeki dan jodoh itu?” ujar pria yang pernah menjadi Duta Pariwisata Kota Makassar tahun 2007.

Arsyil menyayangkan, masih adanya sejumlah orang yang “mengambinghitamkan” keadaan sehingga membuat langkahnya untuk terus berkarya malah tersendat. Bagi Arsyil, setiap manusia memiliki potensi yang dapat dikembangkan serta punya rezeki yang berbeda dengan manusia lainnya. Potensi rezeki itulah yang harus diusahakan agar bisa turun dari Sang Pemberi Rezeki pada kita dengan cara berusaha dan bekerja keras.

Apabila yang kita usahakan itu hanya menghasilkan rezeki yang kecil, maka bersyukurlah. Tak usah mengeluh akan “nasib jelek” yang menimpa. “Yang kita anggap jelek, belum tentu itu jelek untuk kehidupan. Makanya berprasangka baiklah kepada Allah dan kehidupan merupakan jawaban yang terbaik,” ungkap  Arsyil.

Belajarlah untuk lebih mengetahui hakikat manusia, dari mana kita berasal dan akan kembali ke mana nanti. (ihq)
Biodata:
Nama                     : Andi Arsyil Rahman Putra
Ttl                           : Makassar, 15 September 1987
Pekerjaan              : Aktor, Motivator, dan Entrepreneur
Film                        : Ketika Cinta Bertasbih (KCB) 

Mencari dan Memberi Ilmu di Manapun


Oki Setiana Dewi



Menjadi seorang muslimah sejati merupakan dambaan setiap wanita muslim di seluruh muka bumi ini, namun apakah dalam situasi dan kondisi dunia yang kian “parah” ini masih bisa terwujud? “Tak ada yang tak mungkin.” Itulah yang dikatakan Oki Setiana Dewi. Pemeran Anna dalam film Ketika Cinta Bertasbih ini tengah berusaha menjadi muslimah yang berguna bagi umat. Dengan mengenyampingkan tawaran berkarya di dunia entertainment, Oki kini mantap dengan pilihannya untuk meraih ilmu akhirat sebanyak-banyaknya sambil beramal dan mentransfer ilmu yang telah didapat.
Gadis kelahiran Batam, 13 Januari 1989 yang baru pulang umroh dari Tanah Suci ini tengah sibuk mendalami ilmu Al-Quran. Baginya, waktu sangatlah berharga sehingga ia tak mau melewatkan sedikit pun waktunya untuk hal yang tak berguna. Saat umroh saja, ia berinisiatif mengambil “kuliah singkat” mempelajari bahasa Arab di Universitas Umul Qura’, Mekkah. Modal “kuliah singkat” ini akan ia manfaatkan untuk menunjang pendidikan S2-nya nanti. Awalnya, Ia berharap bisa kuliah di Mekkah, khususnya di Universitas Umul Qura’, namun tampaknya niat baik itu harus ia relakan untuk ditunda karena ia “tak berani” hidup di negeri orang tanpa mahrom (pendamping yang sah).
Sambil mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan S2, Oki kini sibuk menulis buku ketiganya yang merupakan curahan hati selama ia melakukan perjalanan spiritual di Mekkah. Oki termasuk gadis yang rajin menulis pengalaman kisah hidupnya dalam bentuk buku. Buku pertamanya, Melukis Pelangi, sudah berstatus best seller. Memoar Oki tersebut berisikan kisahnya dalam mendapatkan hidayah sehingga bisa jadi seperti sekarang ini.  Dan, buku kedua Oki, Sejuta Pelangi, yang di-launching pada Maret 2012 berkisah tentang perjalanan hidupnya dalam kegatan-kegiatan sosial. “Buku kedua saya ini berisikan tentang perjalanan saya ketika berkunjung ke penjara, tempat para penyandang cacat, rumah sakit jiwa, dan lainnya,” tutur Oki antusias.
Ya, berkegiatan sosial merupakan salah satu kesibukan Oki sekarang ini. Salah satu prestasinya yang membanggakan adalah Oki didaulat menjadi Duta Rumah Anak Autis untuk tahun 2012. Salah satu tugas sebagai Duta Rumah Anak Autis yaitu menjadi sahabat bagi anak-anak autisme, mengajarkan mereka berbagai ilmu dengan metode khusus yang berbeda metodenya dengan cara pengajaran pada anak “normal” lainnya, sehingga anak autisme dapat menjadi pribadi mandiri kelak. Selain itu, Duta Rumah Autis juga berusaha menyadarkan masyarakat bahwa anak autisme adalah anak yang berkebutuhan khusus, yang harus diperlakukan sama seperti manusia lainnya walau ia terlihat seperti memiliki “dunianya sendiri”.
Selain berinteraksi dengan anak autisme, Oki kini intensif bergaul dengan para wanita yang berada di Lembaga Pemasarakatan Tangerang. LP khusus wanita itu ia sambangi setiap hari Sabtu pagi. Oki dan teman-temannya menjadi guru mengaji di sana. Sebanyak 250 narapidana wanita dibimbing untuk mahir membaca kitab suci Al-Qur’an. Tentu saja tak ada paksaan pada para narapidana wanita itu untuk mengikuti program “Sahabat Oki Setiana Dewi” ini. Progam ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Oki dan kawan-kawan dalam menyikapi kondisi umat (khususnya muslimah) yang terbengkalai dan tersia-siakan waktu hidupnya selama tinggal di penjara.
Dalam waktu yang relatif singkat (setiap Sabtu pukul 8.00 pagi hingga 11.00), Oki dan kawan-kawan mengajarkan ilmu tajwid Al-Qur’an. Memang banyak di antara para narapidana wanita itu yang sudah bisa membaca Al-Qur’an, namun tak sedikit di antara mereka yang “asal kenal” dengan kitab suci umat Islam tersebut. Maka dari itu, “Sahabat Oki Setiana Dewi” berusaha mengenalkan Al-Qur’an pada mereka plus kajian-kajian ilmu Islam lainnya. Setiap sebulan sekali, Oki membawa satu kenalannya dari duniaentertainment sebagai pemberi motivasi untuk para narapidana wanita di LP Tangerang.
Gadis jebolan Universitas Indonesia yang sering mengisi materi seminar tentang kemuslimahan di dalam dan luar negeri ini sudah empat bulan mengajar Al-Qur’an di LP Tangerang. Sebanyak delapan hingga sepuluh sahabat yang mengajar Al-Qur’an di LP Tangerang tak mengalami kesulitan saat hendak melangsungkan program ini. Pemimpin LP Tangerang pun dengan terbuka menyambut baik niat suci peraih penghargaan Pendatang Baru Wanita Terbaik Indonesian Movie Award 2010 ini.
Bagi Oki dan kawan-kawan, program ini mengalir begitu saja tanpa kesulitan. Selain tak ada izin khusus pada Pemimpin LP untuk mengadakan program pengajaran membaca Al-Quran bagi para penghuni LP Tangerang, masalah dana serta fasilitas belajar-mengajar pun kian dimudahkan oleh Allah. Awalnya kegiatan ini dibiayai oleh Oki dan kawan-kawan, kini banyak donatur yang membiayai program ini. Tak hanya dana, pengadaan Al-Qur’an dan sumbangan busana muslimah untuk para narapidana wanita pun sudah tak membuat Oki risau lagi.
“Alhamdulillah tak ada izin yang ribet untuk mengadakan program ini. Semuanya begitu dimudahkan. Saya memakai kebaikan pemimpin di LP ini untuk melakukan suatu perubahan. Alhamdulillah beliau mendukung,” ungkapnya.
Kerisauan Oki dalam menyelenggarakan program ini diawali oleh rasa ibanya pada sesama muslimah yang “terpaksa” menetap di LP ini. Oki merasa bahwa jangan sampai warga binaan LP Tangerang ini terlupakan oleh sentuhan pembinaan ruhani. Menurutnya pula, penjara biasanya jarang tersentuh oleh perhatian masyarakat karena image-nya memang tempat berkumpul orang yang tak baik. Alhamdulillah, kini semangat mencari ilmu-nya Oki sudah ditularkan pada para penhuni LP Tangerang. Dalam empat bulan, sudah mulai terbentuk bibit-bibit baru calon penerus guru mengaji yang berasal dari kalangan penghuni LP itu sendiri. Ke depannya, Oki berharap mereka bisa jadi guru mengaji lanjutan, baik itu ketika masih di LP maupun ketika sudah keluar dan bergabung kembali ke masyarakat di luar LP.
Dengan begitu banyak kegiatan yang Oki lakukan, pasti membuat keluarga khawatir dan merasa kehilangan sosok Oki di rumah. Namun Oki bisa menyiasatinya dengan mengajak anggota keluarganya untuk bersama-sama berdakwah dalam menyebarkan kebaikan di mana pun. Ajakannya ini ternyata tak hanya untuk keluarga dan teman dekatnya, Oki mengajak para penggemarnya untuk melakukan kebaikan pada sesama. Khusus para pemudi yang ingin membantu jadi tenaga sukarelawan dalam program mengajar membaca Al-Qur’an di LP Tangerang, Oki mempersilahkan mereka datang pada hari Sabtu pagi ke tempat tersebut. Insya Allah, petugas LP akan langsung memberi jalan dengan hanya menyebut tujuan datang ke tempat tersebut. Dan juga, bagi masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan Oki, dapat melihatnya di web pribadi Oki,www.okisetianadewi.co.id (ric) 


Analisis Kredit


Analisis kredit adalah suatu proses analisis kredit dengan menggunakan pendekatan-pendekatan dan rasio-rasio keuangan untuk menentukan kebutuhan kredit yang wajar.
Sedikitnya ada 5 aspek yang harus dianalisis dalam menganalisis kredit, antara kredit :
1.    Aspek Manajemen
2.    Aspek Pemasaran
3.    Aspek Teknis
4.    Aspek Keuangan
5.    Aspek Legalitas dan Agunan
Kredit berdasarkan tujuan penggunaannya, kita bagi dalam 2 kategori, yaitu :
1.    Kredit Produktif
2.    Kredit Konsumtif
Pendekata-pendekatan atau metode-metode yang biasa kita pakai dalam menganalisis kredit modal kerja adalah Turn Over Method, sedangkan untuk menganalisis kredit investasi adalah PP Method, NPV Method dan IRR Method.
Penggunaan pendekatan-pendekatan tersebut tentunya didasarkan dari data keuangan perusahaan yaitu laporan neraca dan laba rugi perusahaan yang diberikan kepada bank.
Tujuan utama analisis permohonan kredit adalah untuk memperoleh keyakinan apakah nasabah mempunyai kemauan dan kemampuan memenuhi kewajibannya kepada bank secara  tertib, baik pembayaran pokok pinjaman maupun bunganya, sesuai dengan kesepakatan dengan bank. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyelesaian kredit nasabah, terlebih dahulu harus terpenuhinya Prinsip 6 C’s Analysis, yaitu sebagai berikut:
1. Character
Character adalah keadaan watak dari nasabah, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam lingkungan usaha. Kegunaan dari penilaian terhadap karakter ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana kemauan nasabah untuk memenuhi kewajibannya (willingness to pay) sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan.
Sebagai alat untuk memperoleh gambaran tentang karakter dari calon nasabah tersebut, dapat ditempuh melalui upaya antara lain:
a.       Meneliti riwayat hidup calon nasabah;
b.      Meneliti reputasi calon nasabah tersebut di lingkungan usahanya;
c.       Meminta bank to bank information (Sistem Informasi Debitur);
d.      Mencari informasi kepada asosiasi-asosiasi usaha dimana calon nasabah berada;
e.      Mencari informasi apakah calon nasabah suka berjudi;
f.        Mencari informasi apakah calon nasabah memiliki hobi berfoya-foya.
2. Capital
Capital adalah jumlah dana/modal sendiri yang dimiliki oleh calon nasabah. Semakin besar modal sendiri dalam perusahaan, tentu semakin tinggi kesungguhan calon nasabah dalam menjalankan usahanya dan bank akan merasa lebih yakin dalam memberikan kredit. Modal sendiri juga diperlukan bank sebagai alat kesungguhan dan tangung jawab nasabah dalam menjalankan usahanya karena ikut menanngung resiko terhadap gagalnya usaha. Dalam praktik, kemampuan capital ini dimanifestasikan dalam bentuk kewajiban untuk menyediakan self-financing, yang sebaiknya jumlahnya lebih besar daripada kredit yang dimintakan kepada bank.
3. Capacity
Capacity adalah kemampuan yang dimiliki calon nasabah dalam menjalankan usahanya guna memperoleh laba yang diharapkan. Kegunaan dari penilaian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana calon nasabah mampu untuk mengembalikan atau melunasi utang-utangnya secara tepat waktu dari usaha yang diperolehnya.
Pengukuran capacity tersebut dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan berikut ini:
a.       Pendekatan historis, yaitu menilai past performance, apakah menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu.
b.      Pendekatan finansial, yaitu menilai latar belakang pendidikan para pengurus
c.       Pendekatan yuridis, yaitu secara yuridis apakah calon nasabah mempunyai kapasitas untuk mewakili badan usaha yang diwakilinya untuk mengadakan perjanjian kredit dengan bank.
d.      Pendekatan manajerial, yaitu menilai sejauh mana kemampuan dan keterampilan nasabah melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dalam memimpin perusahaan.
e.      Pendekatan teknis, yaitu untuk menilai sejauh mana kemampuan calon nasabah mengelola faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, sumber bahan baku, peralatan-peralatan , administrasi dan keuangan, industrial relation sampai pada kemampuan merebut pasar.
4. Collateral
Collateral adalah barang-barang yang diserahkan nasabah sebagai agunan terhadap kredit yang diterimanya. Collateral tersebut harus dinilai oleh bank untuk mengetahui sejauh mana resiko kewajiban finansial nasabah kepada bank. Pada hakikatnya bentuk collateral tidak hanya berbentuk kebendaan tetapi juga collateral yang tidak berwujud seperti jaminan pribadi (borgtocht), letter of guarantee, letter of comfort, rekomendasi dan avalis.
5. Condition of Economy
Condition of Economy, yaitu situasi dan kondisi politik , sosial, ekonomi , budaya yeng mempengaruhi keadaan perekonomian pada suatu saat yang kemungkinannya memengaruhi kelancaran perusahaan calon debitur. Untuk mendapat gambaran mengenai hal tersebut, perlu diadakan penelitian mengenai hal-hal antara lain:
a.       Keadaan konjungtur
b.      Peraturan-peraturan pemerintah
c.       Situasi, politik dan perekonomian dunia
d.      Keadaan lain yang memengaruhi pemasaran
6. Constraint
Constraint adalah batasan dan hambatan yang tidak memungkinkan suatu bisnis untuk dilaksanakan pada tempat tertentu, misalnya pendirian suatu usaha pompa bensin yang disekitarnya banyak bengkel las atau pembakaran batu bata.
Dari keenam prinsip diatas, yang paling perlu mendapatkan perhatian account officer adalah character, dan apabila prinsip ini tidak terpenuhi, prinsip lainnya tidak berarti. Dengan perkataan lain, permohonannya harus ditolak. 




Sumber : http://dedemulyana.blogspot.com/2008/08/analisis-kredit.html
               http://arsasi.wordpress.com/2008/09/21/analisa-kredit-6c/#more-52

Minggu, 08 April 2012

Analisis Perubahan Pendapatan


Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi (selama periode) yang timbul dalam rangka kegiatan usaha dari suatu badan bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, selain yang berkaitan dengan meningkatkan kontribusi dari ekuitas peserta.

Sumber pendapatan :

• Transaksi modal atau pendanaan yang mengakibatkan adanya tambahan dana yang ditanamkan oleh pemegang obligasi dan pemegang saham.
• Laba dari penjualan aktiva yang bukan berupa produk perusahaan seperti aktiva tetap, surat berharga atau penjualan anak/cabang perusahaan.
• Hadiah , sumbangan atau penemuan.
• Revaluasi aktiva.
• Penyerahan produk perusahaan, yaitu aliran hasil penjualan produk.

Proses terbentuk dan terealisasinya pendapatan :

• Earning Process / proses pembentukan pendapatan. Pendapatan dianggap terbentuk bersamaan dengan seluruh proses berlangsungnya operasi perusahaan (produksi, penjualan dan pengumpulan piutang).
• Realization Process / proses realisasi pendapatan. Pendapatan dianggap terbentuk setelah produk selesai dikerjakan dan terjual langsung / atas dasar kontrak penjualan.

Pengukuran Pendapatan

Pendapatan diukur dengan nilai wajar yang dapat diterima, jumlah pendapatan biasanya ditentukan oleh persetujuan antara perusahaan dan pembeli yang diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi jumlah discount dagang dan rabat volume yang diperbolehkan perusahaan, umumnya berbentuk kas atau setara kas. Bila arus masuk dari kas atau setara kas ditangguhkan nilai wajar dari imbalan tersebut mungkin kurang dari jumlah nominal dari kas yang diterima atau yang dapat diterima.

Bila barang atau jasa dipertukarkan untuk barang atau jasa dengan sifat nilai yang sama maka pertukaran tidak dianggap sebagai transaksi yang mengakibatkan pendapatan. Dan bila barang dijual atau jasa diberikan untuk dipertukarkan dengan barang dan jasa yang tidak serupa pertukaran tersebut dianggap sebagai transaksi yang mengakibatkan pendapatan.
Pendapatan tersebut diukur pada nilai wajar dari barang atau jasa yang diserahkan, disesuaikan dengan jumlah kas atau setara kas yang ditransfer.

Karakteristuk Pendapatan

Pendapatan dapat ditinjau dari dua aspek :

• Aspek fisik
Pendapatan adalah hasil akhir suatu aliran fisik dalam proses menghasilkan laba
• Aspek moneter

Pendapatan adalah aliran masuk aktiva yang berasal dari kegiatan operasi perusahaan dalam arti luas.

Ada 3 (tiga) faktor yang mempengaruhi Laba Bersih atau Pendapatan :
• Volume produk yang dijual
• Harga jual produk
• Biaya produksi

Masalah pengukuran pendapatan

Pengukuran akuntansi haruslah diarahkan ke penyajian informasi yang relevan untuk penggunaan yang ditetapkan. Pembatasan data yang tersedia dan ciri-ciri tertentu dari lingkungan membatasi keakuratan dan keterandalan pengukuran.

Oleh sebab itu keterbatasan ini harus dikemukakan secara eksplisit dan dipertimbangkan dalam pengembangan prinsip serta prosedur akuntansi, karena kendala-kendala ini tidak dapat dibuang oleh lingkungan atau kurangnya alat pengukur memadai. Nilai tukar produk atau jasa sebagai hasil penjualan perusahaan merupakan ukuran terbaik dan paling objektif bagi pendapatan.

Penentuan satuan ukur untuk pendapatan secara umum dinyatakan dengan jumlah uang atau unit moneter. Penentuan ini menimbulkan masalah, oleh sebab itu adanya penurunan atau kenaikan daya beli umum sepanjang waktu. Keterbatasan pengukuran pendapatan dapat timbul karena data akuntansi disajikan berdasarkan asumsi bahwa data itu relevan.

Meramalkan pada masa yang akan datang pada umumnya tidak pasti, maka sulit menetapkan pengukuran yang relevan untuk tujuan ini. Namun, ketidakmampuan untuk membuat pengukuran pendapatan yang terandal dan atribut khusus yang dianggap relevan dapat juga disebab oleh kurangnya teknik pengukuran yang terandal dan ketidakmampuan untuk menemukan prosedur pengukuran pendapatan yang menjelaskan secara layak atribut yang sedang diukur.

Masalah pengakuan pendapatan

Pada penjelasan sebelumnya konsep pendapatan hingga saat ini sulit dirumuskan oleh para ahli ekonomi maupun akuntansi, hal ini disebabkan pendapatan menyangkut prosedur tertentu, perubahan nilai tertentu dan waktu pendapatan harus dilaporkan.

Didalam definisi pendapatan sebagai produk perusahaan dalam mengukur dan melaporkan pendapatan masih menghadapi masalah. Suatu alternatif pengakuan pendapatan pada waktu penyelesaian kegiatan utama ekonomi adalah konsep pelaporan pendapatan berdasarkan kejadian kritis atau yang paling menentukan, dengan kata lain sebagian pendapatan diakui kemudian jika fungsi atau kegiatan ekonomi tambahan akan terjadi kemudian.

  1. Pentingnya analisis perubahan penghasilan dan biaya
Pendapatan sebagai salah satu elemen penentuan laba rugi suatu perusahaan belum mempunyai pengertian yang seragam. Hal ini disebabkan pendapatan biasanya dibahas dalam hubungannya dengan pengukuran dan waktu pengakuan pendapatan itu sendiri. Secara garis besar konsep pendapatan dapat ditinjau dua segi, yaitu :
o   Menurut ilmu ekonomi. Pendapatan menurut ilmu ekonomi merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula. Pengertian tersebut menitikberatkan pada total kuantitatif pengeluaran terhadap konsumsi selama satu periode. Dengan kata lain, pendapatan adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil yang diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang dikonsumsi.
o   Menurut ilmu akuntansi. Ada beberapa karakteristik tertentu dari pendapatan yang menentukan atau membatasi bahwa sejumlah rupiah yang masuk ke perusahaan merupakan pendapatan yang berasal dari operasi perusahaan. Karakteristik ini dapat dilihat berdasarkan sumber pendapatan, produk dan kegiatan utama perusahaan dan jumlah rupiah pendapatan serta proses penandingan :
  • Sumber pendapatan
  • Produk dan kegiatan utama perusahaan.
Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi (selama periode) yang timbul dalam rangka kegiatan usaha dari suatu badan bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, selain yang berkaitan dengan meningkatkan kontribusi dari ekuitas peserta. (IAS 18,7). Pendapatan harus diukur pada nilai wajar dengan pertimbangan diterimanya piutang.(IAS 18,9) .
Pengakuan PendapatanPencatatan jumlah rupiah pendapatan secara formal ke dalam sistem pembukuan sehingga jumlah tersebut terefleksi dalam statement keuangan.
Dua konsep penting:
  • Pembentukan pendapatan (earning of revenue)
  • Realisasi pendapatan (realization of revenue)
Produk perusahaan mungkin berupa barang ataupun dalam bentuk jasa. Perusahaan tertentu mungkin sekali menghasilkan berbagai macam produk atau baik berupa barang atau jasa atau keduanya yang sangat berlainan jenis maupun arti pentingnya bagi perusahaan.
Jumlah rupiah pendapatan dan proses penandingan Pendapatan merupakan jumlah rupiah dari harga jual per satuan kali kuantitas terjual. Perusahaan umumnya akan mengharapkan terjadinya laba yaitu jumlah rupiah pendapatan lebih besar dari jumlah biaya yang dibebankan.
Kriteria pengakuan pendapatan.Pengakuan sebagai pencatatan suatu item dalam perkiraan-perkiraan dan laporan keuangan seperti aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian. Pengakuan itu termasuk penggambaran suatu item baik dalam kata-kata maupun dalam jumlahnya, dimana jumlah mencakup angka-angka ringkas yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Empat kriteria mendasar yang harus dipenuhi sebelum suatu item dapat diakui adalah :
  • Definsi item dalam pertanyaan harus memenuhi definisi salah satu dari tujuh unsur laporan keuangan yaitu aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian.
  • Item tersebut harus memiliki atribut relevan yang dapat diukur secara andal, yaitu karakteristik, sifat atau aspek yang dapat dikuantifikasi dan diukur.
  • Relevansi informasi mengenai item tersebut mampu membuat suatu perbedaan dalam pengambilan keputusan.
  • Reliabilitas informasi mengenai item tersebut dapat digambarkan secara wajar dapat diuji, dan netral.
    Empat kriteria pengakuan di atas, diterapkan pada semua item yang akan diakui pada laporan keuangan. Namun SFAC No.5 menyatakan persyaratan yang lebih mengikat dalam hal pengakuan komponen laba dan pada pengakuan perubahan lainnya dalam aktiva atau kewajiban. Sebagai tambahan pada empat kriteria pengakuan secara umum yang telah dijelaskan sebelumnya, pendapatan dan keuntungan umumnya diakui apabila :
   a.     Pendapatan dan keuntungan tersebut telah direalisasikan.
   b.     Pendapatan dan keuntungan tersebut telah dihasilkan karena sebagian besar dari proses untuk menghasilkan laba telah selesai. Pendapatan direalisasikan ketika kas diterima untuk barang dan jasa yang dijual. Pendapatan itu dapat direalisasikan ketiga klaim atas kas (misalnya, aktiva non kas seperti piutang usaha atau wesel tagih) diterima yang ditentukan dapat segera dikonversikan ke dalam kas tertentu. Kriteria ini juga dipenuhi jika produk tersebut adalah suatu komoditas, seperti emas, dimana ada pasar publik untuk jumlah tak terhingga, dan produk tersebut dapat dibeli dan dijual pada harga pasar yang telah diketahui.
c.      Pengukuran pendapatan. Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima. Jumlah pendapatan yang timbul dari suatu transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan antara perusahaan dengan pembeli atau pemakai aktiva tersebut. Jumlah tersebut diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi jumlah diskon dagang dan rabat volume yang diperbolehkan oleh perusahaan. Pada umumnya imbalan tersebut berbentuk kas atau setara kas dan jumlah pendapatan adalah jumlah kas atau setara kas yang diterima atau yang dapat diterima.
Namun jika terdapat perbedaan antara nilai wajar dan jumlah nominal, maka imbalan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga. Nilai wajar disini dimaksudkan sebagai suatu jumlah dimana kegiatan mungkin ditukarkan atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memakai dan berkeinginan untuk meakukan transaksi wajar, kemungkinan kurang dari jumlah nominal kas yang diterima atau dapat diterima. Pengakuan pendapatan

Pendapatan yang timbul dari kegiatan normal perusahaan memiliki identifikasi tertentu. Menurut PSAK No.23 kriteria pengakuan pendapatan biasanya diterapkan secara terpisah kepada setiap transaksi, namun dalam keadaan tertentu adalah perlu untuk menerapkan kriteria pengakuan tersebut kepada komponen-komponen yang dapat diidentifikasi secara terpisah dari suatu transaksi tunggal supaya mencerminkan substansi dari transaksi tersebut.
Sebaliknya, kriteria pengakuan diterapkan pada dua atau lebih transaksi bersama-sama bila transaksi tersebut terikat sedemikian rupa sehingga pengaruh komersialnya tidak dapat dimengerti tanpa melihat rangkaian transaksi tertentu secara keseluruhan.
Laporan perubahan laba bruto dan analisisnya
Laba kotor (gross profit) merupakan selisih antara penjualan dan harga pokok penjualan. Karena itu laba kotor dipengaruhi oleh harga dan kuantitas penjualan, dan juga harga perolehan tiap unit produk yang terjual. Dari sisi penjualan, perubahan Laba kotor dipengaruhi oleh adanya perubahan pada item:
1.    perubahan harga jual per unit produk,
2.  perubahan kuantitas atau volume produk yang dijual atau dihasilkan.
Dari sisi harga pokok penjualan perubahan laba kotor dipengaruhi oleh adanya perubahan :
1.    Harga pokok rata-rata per unit produk, dan
2.    Kuantitas atau volume produk yang dijual.
Berikut diuraikan beberapa formula untuk mengukur variance atau ”penyimpangan” realisasi laba kotor dari laba kotor yang dianggarkan. Formula-formula ini bisa juga digunakan untuk mebuat analisis perubahan laba kotor antara tahun sekarang dengan tahun seelumnya. Untuk tujuan ini maka kata-kata ”dianggarkan” dalam formula ini diganti dengan kata-kata ”tahun lalu”.
Karena pertimbangan biaya dan kepraktisan, perusahaan-perusahaan yang relatif kecil sering tidak mau membuat anggaran yang lebih spesifik/formal dalam menjalankan bisnisnya. Sebagai pengganti anggaran mereka menggunakan pengalamannya tahun-tahun sebelumnya sebagai patokan (benchmark) untuk tahun terakhir.
a.       Perubahan harga jual (sales price variance); yaitu adanya perubahan antara harga jual yang sesungguhnya dengan harga jual yang dianggarkan, atau harga jual periode sebelumnya.
b.       Perubahan kuantitas produk yang dijual (Sales Volume Variance); yaitu adanya perbedaan anatara kuantitas produk yang direncanakan atau periode sebelumnya dengan kuantitas yang sesungguhnya terjual.
c.        Perubahan harga pokok penjualan per unit produk (Cost Price Variance); yaitu adanya perbedaan antara harga pokok penjualan per unit produk (unit cost) menurut anggaran atau periode sebelumnya dengan harga pokok sesungguhnya.
Berbagai macam bentuk ratio antar perkiraan di laporan rugi laba sehubungan dengan analisis perubahan pendapatan
Setiap perusahaan dalam menjalankan aktivitas atau operasinya sehari-hari selalu membutuhkan modal kerja (working capital). Modal kerja ini misalnya digunakan untuk membayar upah buruh, gaji pegawai, membeli bahan mentah, membayar persekot dan pengeluaran-pengeluaran lainnya yang gunanya untuk membiayai operasi perusahaan. Untuk mendapatkan gambaran mengenai pengertian dari modal kerja disini peneliti kemukakan beberapa pendapat :
a. James C Van Harne (1997:214) menyatakan, bahwa “Modal kerja adalah aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar, dan modal kerja kotor adalah investasi perusahaan dalam aktiva lancar seperti kas, piutang dan persediaan”.
b. J. Fred Weston Eugene F. Brigham (1991:157), menyatakan bahwa “Modal kerja adalah investasi perusahaan dalam harta jangka pendek yaitu kas, surat berharga jangka pendek, piutang dan persediaan”.
c. Bambang Riyanto (1995:7), mengemukakan 3 (tiga) konsep pengertian modal kerja yaitu :
a.       Konsep kuantitatif. Konsep ini menunjukan jumlah dana ( fund) yang tersedia untuk tujuan operasi jangka pendek. Konsep ini menganggap bahwa modal kerja adalah jumlah aktiva lancer ( gross working capital ).
b.      Konsep kualitatif. Menitik beratkan pada kualitas modal kerja menurut konsep ini modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhdap hutang lancar ( net working capital ). Sehingga menunjukan margin of protection ( tingkat keamanan bagi para kreditur jangka pendek )
c.       Konsep fungsional. Menitik beratkan fungsi dari dana yang dimiliki dalam menghasilkan laba dari usaha pokok perusahaan yaitu current income dan future income. Dari uraian tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa modal kerja adalah harta yang dimiliki perusahaan yang dipergunakan untuk menjalankan kegiatan usaha atau membiayai operasional perusahaan tanpa mengorbankan aktiva yang lain dengan tujuan memperoleh laba yang optimal.
Tujuan laporan perubahan modal kerja adalah memberikan ringkasan transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode dengan menunjukan sumber dan penggunaan modal kerja dalam periode tersebut. Laporan perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana management mengelolah perputaran atau sirkulasi modalnya

Laporan Keuangan
Tahapan berikutnya dalam siklus akuntansi adalah mempersiapkan laporan keuangan. Laporan keuangan ini sangat penting bagi pihak manajemen, kreditor dan investor.Laporan keuangan terdiri dari 3 macam :
    1. Laporan Laba-Rugi (income statement). Laporan laba-rugi adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan apakah suatu perusahaan mengalami laba atau rugi dalam satu periode akuntansi.
    2. Laporan Perubahan Modal (statement of equity) . Laporan perubahan modal adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan bertambahnya atau berkurangnya modal suatu perusahaan akibat dari laba atau rugi yang diterima oleh perusahaan tersebut dalam satu periode akuntansi.
    3. Neraca (balance sheet) . Laporan neraca adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang dan modal pemilik perusahaan.
Analisa laporan keuangan merupakan proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevalusi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang. Analisa laporan keuangan sebenarnya banyak sekali namun pada penelitian kali ini penulis menggunakan analisa rasio keuangan karena analisa ini lebih sering digunakan dan lebih sederhana.
Analisa rasio keuangan adalah perbandingan antara dua/kelompok data laporan keuangan dalam satu periode tertentu, data tersebut bisa antar data dari neraca dan data laporan laba rugi. Tujuannya adalah memberi gambaran kelemahan dan kemampuan finansial perusahaan dari tahun ketahun. Jenis-jenis analisa rasio keuangan adalah :
a. Rasio Likuiditas . Rasio ini berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban- kewajiban jangka pendeknya. Ada 3 (tiga) macam rasio likuiditas yang digunakan, yaitu :
1)       Current Ratio =………………………(1)
2)       2) Acid Test Ratio = ….(2)
3)       3) Cash Position Ratio =………………(3)
b. Rasio Solvabilitas. Rasio ini berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban-kewajibannya (hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang). Ada 4(empat) rasio solvabilitas yang digunakan. yaitu :
1) Total Debt To Equity Ratio=…………………… ………… ………… …..(4)
2) Total Debt To Total Assets Ratio=…………………… ………… ………… …….(5)
3) Long Term Debt To Equity=…………………… ………… …(6)
4) Long Term Debt To Total Assets =………………… ………… ……..(7)
cRasio Profitabilitas. Rasio ini berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu. Ada 4 (empat rasio profitabilitas yang digunakan,  yaitu :
1) Return On Equity (ROE)=……………… ………….(8)
2) Return On Assets (ROA) =……………… ……….(9)
3) Net Profit Margin=……………… ………… ………….(10)
4) Gross Profit Margin =……………… …………(11)
Laporan Rugi Laba
Karena laporan rugi laba merupakan laporan akuntansi utama, maka laporan ini tidak asing lagi di setiap perusahaan. Banyak kesan bahwa menyusun laporan ini sulit, Pada hal sangat sederhana apalagi dikerjakan pada sistem akuntansi komputer, untuk menerbitkan laporan ini tinggal clik command button, komputer segera mengerjakannya. Sesungguhnya memang sederhana dan gampang sekali.
Timbulnya kesan rumit adalah karena laporan ini melibatkan semua transaksi yang jumlahnya relative banyak, mulai dari awal periode akuntansi sampai periode akhir. Jumlah yang banyak itulah yang sulit, namun dengan bantuan komputer semua itu jadi mudah dan cepat. Untuk memahami laporan Rugi laba kita perhatikan konsep dasarnya yang sangat sederhana yaitu :
Untung = Jual – Beli
Sekarang kita kembangkan, Jual itu dalam suatu kegiatan usaha melibat unsur diskon, retur dll. Sedangkan unsur beli melibatkan unsur barang yang dijual sebagai biaya pokok. Disamping itu dalam melakukan usaha tersebut melibatkan kegiatan operasional yang menyebabkan timbul biaya operasional. Selain itu masih terdapat unsur lain yaitu unsur yang tidak terkait langsung dengan usaha pokok perusahaan kita sebut saja pendapatan/biaya diluar usaha atau biaya lain lain dan terakhir terdapat hubungan dengan kewajiban kepada pemerintah yaitu berupa pajak.
Operating ratio
Rasio keuangan yang berhubungan dengan kinerja penjualan yaitu:
  • Profit margin. Profit margin merupakan salah satu rasio rentabilitas yang menggambarkan laba (rugi) bersih per penjualan yang dihasilkan.  Rumus untuk mencari profit margin adalah:
Profit Margin = (Laba Bersih/Penjualan) * 100%

Semakin tinggi nilai profit margin berarti semakin baik, karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi.
  • Rasio operasi. Rasio operasi menggambarkan perputaran operating assets dalam hubungannya dengan penjualan bersih dan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan.
Rasio Operasi = (Penjualan Bersih/Aktiva Lancar) * 100%
Semakin tinngi rasio operasi berarti menunjukkan bahwa perusahaan dapat memanfaatkan aktiva lancar yang dimiliki dalam menghasilkan penjualan bersih.
Faktor-faktor  yang mempengaruhi laba bersih
Menurut Ahmed Belkaouli dalam bukunya Teori Akuntansi jilid 1(1987:Erlangga) Laba akuntansi secara operasional didefinisikan sebagai perbedaan antara pendapatan yang direalisasi yang timbul dari transaksi periode tersebut dan biaya historis yang sepadan dengannya. Laba merupakan suatu pos dasar dan penting dari ikhtisar keuangan yang memiliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks.
             Analisis Perubahan Pendapatan.
Pendapatan sebagai salah satu elemen penentuan laba rugi suatu perusahaan belum mempunyai pengertian yang seragam. Hal ini disebabkan pendapatan biasanya dibahas dalam hubungannya dengan pengukuran dan waktu pengakuan pendapatan itu sendiri. Secara garis besar konsep pendapatan dapat ditinjau dua segi, yaitu :
1. Menurut ilmu ekonomi, Pendapatan menurut ilmu ekonomi merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula. Pengertian tersebut menitikberatkan pada total kuantitatif pengeluaran terhadap konsumsi selama satu periode. Dengan kata lain, pendapatan adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil yang diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang dikonsumsi.
2. Menurut ilmu akuntansi, Ada beberapa karakteristik tertentu dari pendapatan yang menentukan atau membatasi bahwa sejumlah rupiah yang masuk ke perusahaan merupakan pendapatan yang berasal dari operasi perusahaan. Karakteristik ini dapat dilihat berdasarkan sumber pendapatan, produk dan kegiatan utama perusahaan dan jumlah rupiah pendapatan serta proses penandingan.
Pendapatan direalisasikan ketika kas diterima untuk barang dan jasa yang dijual. Pendapatan itu dapat direalisasikan ketiga klaim atas kas (misalnya, aktiva non kas seperti piutang usaha atau wesel tagih) diterima yang ditentukan dapat segera dikonversikan ke dalam kas tertentu. Kriteria ini juga dipenuhi jika produk tersebut adalah suatu komoditas, seperti emas, dimana ada pasar publik untuk jumlah tak terhingga, dan produk tersebut dapat dibeli dan dijual pada harga pasar yang telah diketahui. Pengukuran pendapatan
Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima. Jumlah pendapatan yang timbul dari suatu transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan antara perusahaan dengan pembeli atau pemakai aktiva tersebut. Jumlah tersebut diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi jumlah diskon dagang dan rabat volume yang diperbolehkan oleh perusahaan. Pada umumnya imbalan tersebut berbentuk kas atau setara kas dan jumlah pendapatan adalah jumlah kas atau setara kas yang diterima atau yang dapat diterima. Namun jika terdapat perbedaan antara nilai wajar dan jumlah nominal, maka imbalan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga. Nilai wajar disini dimaksudkan sebagai suatu jumlah dimana kegiatan mungkin ditukarkan atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memakai dan berkeinginan untuk meakukan transaksi wajar, kemungkinan kurang dari jumlah nominal kas yang diterima atau dapat diterima.

Pengakuan pendapatan. Pendapatan yang timbul dari kegiatan normal perusahaan memiliki identifikasi tertentu. Menurut PSAK No.23 kriteria pengakuan pendapatan biasanya diterapkan secara terpisah kepada setiap transaksi, namun dalam keadaan tertentu adalah perlu untuk menerapkan kriteria pengakuan tersebut kepada komponen-komponen yang dapat diidentifikasi secara terpisah dari suatu transaksi tunggal supaya mencerminkan substansi dari transaksi tersebut. Sebaliknya, kriteria pengakuan diterapkan pada dua atau lebih transaksi bersama-sama bila transaksi tersebut terikat sedemikian rupa sehingga pengaruh komersialnya tidak dapat dimengerti tanpa melihat rangkaian transaksi tertentu secara keseluruhan.