Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi (selama periode)
yang timbul dalam rangka kegiatan usaha dari suatu badan bila arus masuk itu
mengakibatkan kenaikan ekuitas, selain yang berkaitan dengan meningkatkan kontribusi
dari ekuitas peserta.
Sumber pendapatan :
• Transaksi modal atau
pendanaan yang mengakibatkan adanya tambahan dana yang ditanamkan oleh pemegang
obligasi dan pemegang saham.
• Laba dari penjualan aktiva yang bukan berupa produk perusahaan seperti aktiva
tetap, surat berharga atau penjualan anak/cabang perusahaan.
• Hadiah , sumbangan atau penemuan.
• Revaluasi aktiva.
• Penyerahan produk perusahaan, yaitu aliran hasil penjualan produk.
Proses terbentuk dan terealisasinya pendapatan :
• Earning Process / proses
pembentukan pendapatan. Pendapatan dianggap terbentuk bersamaan dengan seluruh
proses berlangsungnya operasi perusahaan (produksi, penjualan dan pengumpulan
piutang).
• Realization Process / proses realisasi pendapatan. Pendapatan dianggap
terbentuk setelah produk selesai dikerjakan dan terjual langsung / atas dasar
kontrak penjualan.
Pengukuran Pendapatan
Pendapatan diukur dengan nilai
wajar yang dapat diterima, jumlah pendapatan biasanya ditentukan oleh
persetujuan antara perusahaan dan pembeli yang diukur dengan nilai wajar
imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi jumlah
discount dagang dan rabat volume yang diperbolehkan perusahaan, umumnya
berbentuk kas atau setara kas. Bila arus masuk dari kas atau setara kas
ditangguhkan nilai wajar dari imbalan tersebut mungkin kurang dari jumlah
nominal dari kas yang diterima atau yang dapat diterima.
Bila barang atau jasa
dipertukarkan untuk barang atau jasa dengan sifat nilai yang sama maka
pertukaran tidak dianggap sebagai transaksi yang mengakibatkan pendapatan. Dan
bila barang dijual atau jasa diberikan untuk dipertukarkan dengan barang dan
jasa yang tidak serupa pertukaran tersebut dianggap sebagai transaksi yang
mengakibatkan pendapatan.
Pendapatan tersebut diukur pada nilai wajar dari barang atau jasa yang
diserahkan, disesuaikan dengan jumlah kas atau setara kas yang ditransfer.
Karakteristuk Pendapatan
Pendapatan dapat ditinjau dari dua aspek :
• Aspek fisik
Pendapatan adalah hasil akhir suatu aliran fisik dalam proses menghasilkan laba
• Aspek moneter
Pendapatan adalah aliran masuk
aktiva yang berasal dari kegiatan operasi perusahaan dalam arti luas.
Ada 3 (tiga) faktor yang
mempengaruhi Laba Bersih atau Pendapatan :
• Volume produk yang dijual
• Harga jual produk
• Biaya produksi
Masalah pengukuran pendapatan
Pengukuran akuntansi haruslah
diarahkan ke penyajian informasi yang relevan untuk penggunaan yang ditetapkan.
Pembatasan data yang tersedia dan ciri-ciri tertentu dari lingkungan membatasi
keakuratan dan keterandalan pengukuran.
Oleh sebab itu keterbatasan ini
harus dikemukakan secara eksplisit dan dipertimbangkan dalam pengembangan
prinsip serta prosedur akuntansi, karena kendala-kendala ini tidak dapat
dibuang oleh lingkungan atau kurangnya alat pengukur memadai. Nilai tukar
produk atau jasa sebagai hasil penjualan perusahaan merupakan ukuran terbaik
dan paling objektif bagi pendapatan.
Penentuan satuan ukur untuk
pendapatan secara umum dinyatakan dengan jumlah uang atau unit moneter.
Penentuan ini menimbulkan masalah, oleh sebab itu adanya penurunan atau
kenaikan daya beli umum sepanjang waktu. Keterbatasan pengukuran pendapatan
dapat timbul karena data akuntansi disajikan berdasarkan asumsi bahwa data itu
relevan.
Meramalkan pada masa yang akan
datang pada umumnya tidak pasti, maka sulit menetapkan pengukuran yang relevan
untuk tujuan ini. Namun, ketidakmampuan untuk membuat pengukuran pendapatan
yang terandal dan atribut khusus yang dianggap relevan dapat juga disebab oleh
kurangnya teknik pengukuran yang terandal dan ketidakmampuan untuk menemukan
prosedur pengukuran pendapatan yang menjelaskan secara layak atribut yang
sedang diukur.
Masalah pengakuan pendapatan
Pada penjelasan sebelumnya
konsep pendapatan hingga saat ini sulit dirumuskan oleh para ahli ekonomi
maupun akuntansi, hal ini disebabkan pendapatan menyangkut prosedur tertentu,
perubahan nilai tertentu dan waktu pendapatan harus dilaporkan.
Didalam definisi pendapatan
sebagai produk perusahaan dalam mengukur dan melaporkan pendapatan masih
menghadapi masalah. Suatu alternatif pengakuan pendapatan pada waktu
penyelesaian kegiatan utama ekonomi adalah konsep pelaporan pendapatan
berdasarkan kejadian kritis atau yang paling menentukan, dengan kata lain
sebagian pendapatan diakui kemudian jika fungsi atau kegiatan ekonomi tambahan
akan terjadi kemudian.
- Pentingnya analisis perubahan
penghasilan dan biaya
Pendapatan sebagai salah satu elemen
penentuan laba rugi suatu perusahaan belum mempunyai pengertian yang seragam.
Hal ini disebabkan pendapatan biasanya dibahas dalam hubungannya dengan
pengukuran dan waktu pengakuan pendapatan itu sendiri. Secara garis besar
konsep pendapatan dapat ditinjau dua segi, yaitu :
o Menurut ilmu ekonomi.
Pendapatan menurut ilmu ekonomi merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi
oleh seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada
akhir periode seperti keadaan semula. Pengertian tersebut menitikberatkan pada
total kuantitatif pengeluaran terhadap konsumsi selama satu periode. Dengan
kata lain, pendapatan adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah
keseluruhan hasil yang diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang
dikonsumsi.
o Menurut ilmu
akuntansi. Ada beberapa karakteristik tertentu dari pendapatan yang menentukan
atau membatasi bahwa sejumlah rupiah yang masuk ke perusahaan merupakan
pendapatan yang berasal dari operasi perusahaan. Karakteristik ini dapat
dilihat berdasarkan sumber pendapatan, produk dan kegiatan utama perusahaan dan
jumlah rupiah pendapatan serta proses penandingan :
- Sumber pendapatan
- Produk dan kegiatan utama
perusahaan.
Pendapatan adalah arus masuk bruto
dari manfaat ekonomi (selama periode) yang timbul dalam rangka kegiatan usaha
dari suatu badan bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, selain
yang berkaitan dengan meningkatkan kontribusi dari ekuitas peserta. (IAS 18,7).
Pendapatan harus diukur pada nilai wajar dengan pertimbangan diterimanya
piutang.(IAS 18,9) .
Pengakuan PendapatanPencatatan
jumlah rupiah pendapatan secara formal ke dalam sistem pembukuan sehingga
jumlah tersebut terefleksi dalam statement keuangan.
Dua konsep penting:
- Pembentukan pendapatan (earning
of revenue)
- Realisasi pendapatan
(realization of revenue)
Produk perusahaan mungkin berupa
barang ataupun dalam bentuk jasa. Perusahaan tertentu mungkin sekali
menghasilkan berbagai macam produk atau baik berupa barang atau jasa atau
keduanya yang sangat berlainan jenis maupun arti pentingnya bagi perusahaan.
Jumlah rupiah pendapatan dan proses
penandingan Pendapatan merupakan jumlah rupiah dari harga jual per satuan kali
kuantitas terjual. Perusahaan umumnya akan mengharapkan terjadinya laba yaitu
jumlah rupiah pendapatan lebih besar dari jumlah biaya yang dibebankan.
Kriteria pengakuan
pendapatan.Pengakuan sebagai pencatatan suatu item dalam perkiraan-perkiraan
dan laporan keuangan seperti aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, keuntungan
dan kerugian. Pengakuan itu termasuk penggambaran suatu item baik dalam
kata-kata maupun dalam jumlahnya, dimana jumlah mencakup angka-angka ringkas
yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Empat kriteria mendasar yang harus
dipenuhi sebelum suatu item dapat diakui adalah :
- Definsi
item dalam pertanyaan harus memenuhi definisi salah satu dari tujuh unsur
laporan keuangan yaitu aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan, beban,
keuntungan dan kerugian.
- Item
tersebut harus memiliki atribut relevan yang dapat diukur secara andal,
yaitu karakteristik, sifat atau aspek yang dapat dikuantifikasi dan
diukur.
- Relevansi
informasi mengenai item tersebut mampu membuat suatu perbedaan dalam
pengambilan keputusan.
- Reliabilitas
informasi mengenai item tersebut dapat digambarkan secara wajar dapat
diuji, dan netral.
Empat kriteria pengakuan di atas, diterapkan pada semua item yang akan
diakui pada laporan keuangan. Namun SFAC No.5 menyatakan persyaratan yang
lebih mengikat dalam hal pengakuan komponen laba dan pada pengakuan
perubahan lainnya dalam aktiva atau kewajiban. Sebagai tambahan pada empat
kriteria pengakuan secara umum yang telah dijelaskan sebelumnya,
pendapatan dan keuntungan umumnya diakui apabila :
a. Pendapatan
dan keuntungan tersebut telah direalisasikan.
b. Pendapatan dan keuntungan tersebut telah
dihasilkan karena sebagian besar dari proses untuk menghasilkan laba telah
selesai. Pendapatan direalisasikan ketika kas diterima untuk barang dan jasa
yang dijual. Pendapatan itu dapat direalisasikan ketiga klaim atas kas
(misalnya, aktiva non kas seperti piutang usaha atau wesel tagih) diterima yang
ditentukan dapat segera dikonversikan ke dalam kas tertentu. Kriteria ini juga
dipenuhi jika produk tersebut adalah suatu komoditas, seperti emas, dimana ada
pasar publik untuk jumlah tak terhingga, dan produk tersebut dapat dibeli dan
dijual pada harga pasar yang telah diketahui.
c.
Pengukuran pendapatan. Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan
yang diterima atau yang dapat diterima. Jumlah pendapatan yang timbul dari
suatu transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan antara perusahaan dengan
pembeli atau pemakai aktiva tersebut. Jumlah tersebut diukur dengan nilai wajar
imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi jumlah
diskon dagang dan rabat volume yang diperbolehkan oleh perusahaan. Pada umumnya
imbalan tersebut berbentuk kas atau setara kas dan jumlah pendapatan adalah
jumlah kas atau setara kas yang diterima atau yang dapat diterima.
Namun jika terdapat perbedaan antara
nilai wajar dan jumlah nominal, maka imbalan tersebut diakui sebagai pendapatan
bunga. Nilai wajar disini dimaksudkan sebagai suatu jumlah dimana kegiatan
mungkin ditukarkan atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memakai
dan berkeinginan untuk meakukan transaksi wajar, kemungkinan kurang dari jumlah
nominal kas yang diterima atau dapat diterima. Pengakuan pendapatan
Pendapatan yang timbul dari kegiatan
normal perusahaan memiliki identifikasi tertentu. Menurut PSAK No.23 kriteria
pengakuan pendapatan biasanya diterapkan secara terpisah kepada setiap
transaksi, namun dalam keadaan tertentu adalah perlu untuk menerapkan kriteria
pengakuan tersebut kepada komponen-komponen yang dapat diidentifikasi secara
terpisah dari suatu transaksi tunggal supaya mencerminkan substansi dari
transaksi tersebut.
Sebaliknya, kriteria pengakuan
diterapkan pada dua atau lebih transaksi bersama-sama bila transaksi tersebut
terikat sedemikian rupa sehingga pengaruh komersialnya tidak dapat dimengerti
tanpa melihat rangkaian transaksi tertentu secara keseluruhan.
Laporan perubahan laba bruto dan analisisnya
Laba kotor (gross profit) merupakan
selisih antara penjualan dan harga pokok penjualan. Karena itu laba kotor
dipengaruhi oleh harga dan kuantitas penjualan, dan juga harga perolehan tiap
unit produk yang terjual. Dari sisi penjualan, perubahan Laba kotor dipengaruhi
oleh adanya perubahan pada item:
1. perubahan harga
jual per unit produk,
2. perubahan kuantitas atau
volume produk yang dijual atau dihasilkan.
Dari sisi harga pokok penjualan
perubahan laba kotor dipengaruhi oleh adanya perubahan :
1. Harga pokok
rata-rata per unit produk, dan
2. Kuantitas atau
volume produk yang dijual.
Berikut diuraikan beberapa formula
untuk mengukur variance atau ”penyimpangan” realisasi laba kotor dari laba
kotor yang dianggarkan. Formula-formula ini bisa juga digunakan untuk mebuat
analisis perubahan laba kotor antara tahun sekarang dengan tahun seelumnya.
Untuk tujuan ini maka kata-kata ”dianggarkan” dalam formula ini diganti dengan
kata-kata ”tahun lalu”.
Karena pertimbangan biaya dan
kepraktisan, perusahaan-perusahaan yang relatif kecil sering tidak mau membuat
anggaran yang lebih spesifik/formal dalam menjalankan bisnisnya. Sebagai
pengganti anggaran mereka menggunakan pengalamannya tahun-tahun sebelumnya
sebagai patokan (benchmark) untuk tahun terakhir.
a.
Perubahan harga jual (sales price variance); yaitu adanya
perubahan antara harga jual yang sesungguhnya dengan harga jual yang
dianggarkan, atau harga jual periode sebelumnya.
b.
Perubahan kuantitas produk yang dijual (Sales Volume Variance);
yaitu adanya perbedaan anatara kuantitas produk yang direncanakan atau periode
sebelumnya dengan kuantitas yang sesungguhnya terjual.
c.
Perubahan harga pokok penjualan per unit produk (Cost Price Variance); yaitu
adanya perbedaan antara harga pokok penjualan per unit produk (unit cost) menurut
anggaran atau periode sebelumnya dengan harga pokok sesungguhnya.
Berbagai macam bentuk ratio antar perkiraan di laporan
rugi laba sehubungan dengan analisis perubahan pendapatan
Setiap perusahaan dalam menjalankan
aktivitas atau operasinya sehari-hari selalu membutuhkan modal kerja (working
capital). Modal kerja ini misalnya digunakan untuk membayar upah buruh, gaji
pegawai, membeli bahan mentah, membayar persekot dan pengeluaran-pengeluaran
lainnya yang gunanya untuk membiayai operasi perusahaan. Untuk mendapatkan
gambaran mengenai pengertian dari modal kerja disini peneliti kemukakan
beberapa pendapat :
a. James C Van Harne (1997:214)
menyatakan, bahwa “Modal kerja adalah aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar,
dan modal kerja kotor adalah investasi perusahaan dalam aktiva lancar seperti
kas, piutang dan persediaan”.
b. J. Fred Weston Eugene F. Brigham
(1991:157), menyatakan bahwa “Modal kerja adalah investasi perusahaan dalam
harta jangka pendek yaitu kas, surat berharga jangka pendek, piutang dan
persediaan”.
c. Bambang Riyanto (1995:7),
mengemukakan 3 (tiga) konsep pengertian modal kerja yaitu :
a.
Konsep kuantitatif. Konsep ini menunjukan jumlah dana ( fund) yang tersedia
untuk tujuan operasi jangka pendek. Konsep ini menganggap bahwa modal kerja
adalah jumlah aktiva lancer ( gross working capital ).
b.
Konsep kualitatif. Menitik beratkan pada kualitas modal kerja menurut konsep
ini modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhdap hutang lancar ( net
working capital ). Sehingga menunjukan margin of protection ( tingkat keamanan
bagi para kreditur jangka pendek )
c.
Konsep fungsional. Menitik beratkan fungsi dari dana yang dimiliki dalam
menghasilkan laba dari usaha pokok perusahaan yaitu current income dan future
income. Dari uraian tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa modal kerja
adalah harta yang dimiliki perusahaan yang dipergunakan untuk menjalankan
kegiatan usaha atau membiayai operasional perusahaan tanpa mengorbankan aktiva
yang lain dengan tujuan memperoleh laba yang optimal.
Tujuan laporan perubahan modal kerja
adalah memberikan ringkasan transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode
dengan menunjukan sumber dan penggunaan modal kerja dalam periode tersebut.
Laporan perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana
management mengelolah perputaran atau sirkulasi modalnya
Laporan Keuangan
Tahapan berikutnya dalam siklus
akuntansi adalah mempersiapkan laporan keuangan. Laporan keuangan ini sangat
penting bagi pihak manajemen, kreditor dan investor.Laporan keuangan terdiri
dari 3 macam :
- Laporan Laba-Rugi (income
statement). Laporan laba-rugi adalah salah satu laporan keuangan dalam
akuntansi yang menggambarkan apakah suatu perusahaan mengalami laba atau
rugi dalam satu periode akuntansi.
- Laporan Perubahan Modal
(statement of equity) . Laporan perubahan modal adalah salah satu laporan
keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan bertambahnya atau
berkurangnya modal suatu perusahaan akibat dari laba atau rugi yang
diterima oleh perusahaan tersebut dalam satu periode akuntansi.
- Neraca (balance sheet) .
Laporan neraca adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang
menunjukan keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada
saat tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang dan modal
pemilik perusahaan.
Analisa laporan keuangan merupakan
proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevalusi posisi
keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan
tujuan untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai
kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang. Analisa laporan keuangan
sebenarnya banyak sekali namun pada penelitian kali ini penulis menggunakan
analisa rasio keuangan karena analisa ini lebih sering digunakan dan lebih
sederhana.
Analisa rasio keuangan adalah
perbandingan antara dua/kelompok data laporan keuangan dalam satu periode
tertentu, data tersebut bisa antar data dari neraca dan data laporan laba rugi.
Tujuannya adalah memberi gambaran kelemahan dan kemampuan finansial perusahaan
dari tahun ketahun. Jenis-jenis analisa rasio keuangan adalah :
a. Rasio Likuiditas . Rasio ini
berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban- kewajiban
jangka pendeknya. Ada 3 (tiga) macam rasio likuiditas yang digunakan, yaitu :
1)
Current Ratio =………………………(1)
2)
2) Acid Test Ratio = ….(2)
3)
3) Cash Position Ratio =………………(3)
b. Rasio Solvabilitas. Rasio ini
berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh
kewajiban-kewajibannya (hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang). Ada
4(empat) rasio solvabilitas yang digunakan. yaitu :
1) Total Debt To Equity
Ratio=…………………… ………… ………… …..(4)
2) Total Debt To Total Assets
Ratio=…………………… ………… ………… …….(5)
3) Long Term Debt To Equity=……………………
………… …(6)
4) Long Term Debt To Total Assets
=………………… ………… ……..(7)
cRasio Profitabilitas. Rasio ini
berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam suatu
periode tertentu. Ada 4 (empat rasio profitabilitas yang digunakan, yaitu
:
1) Return On Equity (ROE)=………………
………….(8)
2) Return On Assets (ROA) =………………
……….(9)
3) Net Profit Margin=……………… …………
………….(10)
4) Gross Profit Margin =………………
…………(11)
Laporan Rugi Laba
Karena laporan rugi laba merupakan
laporan akuntansi utama, maka laporan ini tidak asing lagi di setiap
perusahaan. Banyak kesan bahwa menyusun laporan ini sulit, Pada hal sangat
sederhana apalagi dikerjakan pada sistem akuntansi komputer, untuk menerbitkan
laporan ini tinggal clik command button, komputer segera mengerjakannya.
Sesungguhnya memang sederhana dan gampang sekali.
Timbulnya kesan rumit adalah karena
laporan ini melibatkan semua transaksi yang jumlahnya relative banyak, mulai
dari awal periode akuntansi sampai periode akhir. Jumlah yang banyak itulah yang
sulit, namun dengan bantuan komputer semua itu jadi mudah dan cepat. Untuk
memahami laporan Rugi laba kita perhatikan konsep dasarnya yang sangat
sederhana yaitu :
Untung = Jual – Beli
Sekarang kita kembangkan, Jual itu
dalam suatu kegiatan usaha melibat unsur diskon, retur dll. Sedangkan unsur
beli melibatkan unsur barang yang dijual sebagai biaya pokok. Disamping itu
dalam melakukan usaha tersebut melibatkan kegiatan operasional yang menyebabkan
timbul biaya operasional. Selain itu masih terdapat unsur lain yaitu unsur yang
tidak terkait langsung dengan usaha pokok perusahaan kita sebut saja
pendapatan/biaya diluar usaha atau biaya lain lain dan terakhir terdapat
hubungan dengan kewajiban kepada pemerintah yaitu berupa pajak.
Operating ratio
Rasio keuangan yang berhubungan
dengan kinerja penjualan yaitu:
- Profit margin. Profit margin
merupakan salah satu rasio rentabilitas yang menggambarkan laba (rugi)
bersih per penjualan yang dihasilkan. Rumus untuk mencari profit
margin adalah:
Profit Margin = (Laba Bersih/Penjualan) * 100%
Semakin tinggi nilai profit margin
berarti semakin baik, karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan
laba cukup tinggi.
- Rasio operasi. Rasio operasi
menggambarkan perputaran operating assets dalam hubungannya dengan penjualan
bersih dan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan.
Rasio Operasi = (Penjualan
Bersih/Aktiva Lancar) * 100%
Semakin tinngi rasio operasi berarti menunjukkan bahwa perusahaan dapat
memanfaatkan aktiva lancar yang dimiliki dalam menghasilkan penjualan bersih.
Faktor-faktor yang mempengaruhi laba bersih
Menurut Ahmed Belkaouli dalam
bukunya Teori Akuntansi jilid 1(1987:Erlangga) Laba akuntansi secara
operasional didefinisikan sebagai perbedaan antara pendapatan yang direalisasi
yang timbul dari transaksi periode tersebut dan biaya historis yang sepadan
dengannya. Laba merupakan suatu pos dasar dan penting dari ikhtisar keuangan
yang memiliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks.
Analisis Perubahan
Pendapatan.
Pendapatan sebagai salah satu elemen
penentuan laba rugi suatu perusahaan belum mempunyai pengertian yang seragam.
Hal ini disebabkan pendapatan biasanya dibahas dalam hubungannya dengan
pengukuran dan waktu pengakuan pendapatan itu sendiri. Secara garis besar
konsep pendapatan dapat ditinjau dua segi, yaitu :
1. Menurut ilmu ekonomi, Pendapatan
menurut ilmu ekonomi merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh
seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir
periode seperti keadaan semula. Pengertian tersebut menitikberatkan pada total
kuantitatif pengeluaran terhadap konsumsi selama satu periode. Dengan kata
lain, pendapatan adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah keseluruhan
hasil yang diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang dikonsumsi.
2. Menurut ilmu akuntansi, Ada
beberapa karakteristik tertentu dari pendapatan yang menentukan atau membatasi
bahwa sejumlah rupiah yang masuk ke perusahaan merupakan pendapatan yang
berasal dari operasi perusahaan. Karakteristik ini dapat dilihat berdasarkan
sumber pendapatan, produk dan kegiatan utama perusahaan dan jumlah rupiah
pendapatan serta proses penandingan.
Pendapatan direalisasikan ketika kas
diterima untuk barang dan jasa yang dijual. Pendapatan itu dapat direalisasikan
ketiga klaim atas kas (misalnya, aktiva non kas seperti piutang usaha atau
wesel tagih) diterima yang ditentukan dapat segera dikonversikan ke dalam kas
tertentu. Kriteria ini juga dipenuhi jika produk tersebut adalah suatu
komoditas, seperti emas, dimana ada pasar publik untuk jumlah tak terhingga,
dan produk tersebut dapat dibeli dan dijual pada harga pasar yang telah
diketahui. Pengukuran pendapatan
Pendapatan harus diukur dengan nilai
wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima. Jumlah pendapatan yang timbul
dari suatu transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan antara perusahaan
dengan pembeli atau pemakai aktiva tersebut. Jumlah tersebut diukur dengan
nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi
jumlah diskon dagang dan rabat volume yang diperbolehkan oleh perusahaan. Pada
umumnya imbalan tersebut berbentuk kas atau setara kas dan jumlah pendapatan
adalah jumlah kas atau setara kas yang diterima atau yang dapat diterima. Namun
jika terdapat perbedaan antara nilai wajar dan jumlah nominal, maka imbalan
tersebut diakui sebagai pendapatan bunga. Nilai wajar disini dimaksudkan
sebagai suatu jumlah dimana kegiatan mungkin ditukarkan atau suatu kewajiban
diselesaikan antara pihak yang memakai dan berkeinginan untuk meakukan
transaksi wajar, kemungkinan kurang dari jumlah nominal kas yang diterima atau
dapat diterima.
Pengakuan pendapatan. Pendapatan
yang timbul dari kegiatan normal perusahaan memiliki identifikasi tertentu.
Menurut PSAK No.23 kriteria pengakuan pendapatan biasanya diterapkan secara
terpisah kepada setiap transaksi, namun dalam keadaan tertentu adalah perlu
untuk menerapkan kriteria pengakuan tersebut kepada komponen-komponen yang
dapat diidentifikasi secara terpisah dari suatu transaksi tunggal supaya mencerminkan
substansi dari transaksi tersebut. Sebaliknya, kriteria pengakuan diterapkan
pada dua atau lebih transaksi bersama-sama bila transaksi tersebut terikat
sedemikian rupa sehingga pengaruh komersialnya tidak dapat dimengerti tanpa
melihat rangkaian transaksi tertentu secara keseluruhan.